
Angka PPI dan CPI AS yang lemah, ditambah dengan kembali tumbuhnya kepercayaan terhadap perdagangan berbasis AI, telah membantu indeks S&P 500 mencapairekor tertinggi baru sepanjang masa padapekanini. Harga emas sedikit melambat dan mengalami koreksi ringan, menyusul pergerakan kuatnya belakangan ini. Minyak mentah (USOIL)naik sekitar4% sepanjang pekan ini, kembali menembus level $80 seiring berlarut-larutnya negosiasi di Timur Tengah, meskipun dengan dinamika yang berbeda. Intervensi di pasar mata uang Jepang kembali menjadi sorotan, seiring USDJPY terus pulih berkat upaya dukungan terbaru dari Kementerian Keuangan Jepang (MOF). Simak selengkapnya untuk detail lebih lanjut dan gambaran tentang apa yang akan menggerakkan pasar pekan depan.

Angka inflasi yang tetap moderat untuk kedua kalinya berturut-turut telah meningkatkan keyakinan pasar bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini untuk sementara waktu. Meskipun belum tercapai kesepakatan antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz, pasar minyak yang relatif stabil dalam beberapa pekan terakhir juga turut berperan dalam menopang pasar saham dan meredakan kekhawatiran akan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Peluang tersirat bahwa The Fed akan mengambil tindakan pada bulan September kini berada di bawah 40%.

Meskipun demikian, terlepas dari serangkaian sinyal dovish, suara-suara penentang yang kuat tetap teguh pada pandangan mereka bahwa suku bunga harus dinaikkan lebih cepat. Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, yang memberikan suara untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan lalu, pekan ini menegaskan kembali bahwa “kita perlu bertindak sekarang”. Ia menjelaskan bahwa meskipun angka-angka ekonomi menunjukkan penurunan dalam beberapa bulan terakhir, satu-satunya cara pasti “untuk membawa kita kembali ke angka 2%” adalah melaluikenaikan suku bunga. Oleh karena itu, terlepas dari seberapa lemah data yang dirilis antara sekarang dan pertemuan FOMC berikutnya, kemungkinan besar akan terjadi pemungutan suara yang terbelah lagi.
Sementara pasar saham terus pulih dan bahkan melampaui level sebelumnya, harga emas mengalami koreksi pada paruh kedua pekan ini. Setelah sempat turun di bawah $4.000, kenaikan harga emas dalam beberapa pekan terakhir nyaris bersifat parabolik. Ekspektasi kenaikan suku bunga telah mereda, dan bank sentral—terutama bank sentral Tiongkok—telah kembali melakukan pembelian. Pada awal pekan ini, harga emas menembus di atas rata-rata pergerakan 100 hari untuk pertama kalinya sejak April. Pada hari Kamis, harga emas telah mencapai level tertinggi dalam 10 minggu. Namun, kenaikan tersebut terhenti di sana. Apakah ini sekadar aksi ambil untung setelah kenaikan yang kuat dan penembusan dari tren jangka panjang? Atau apakah kenaikan tersebut telah menemui resistensi nyata di level-level teknis kunci, sehingga harga logam mulia diperkirakan akan terus melemah dari sini?

Perkembangan di Timur Tengah selama akhir pekan mendatang akan menjadi kunci dalam menentukan apakah pasar logam mulia akan kembali mendapat dukungan atau sebaliknya. Tampaknya serangkaian langkah berikutnya yang akan diambil AS akanbersifat ekonomi, bukan militer. Meskipun blokade pelabuhan-pelabuhan Iran diperkirakan akan berlanjut, Menteri Keuangan Scott Bessent telah memperingatkan bahwa mereka akan mengumumkan pekan depan “langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah isolasi ekonomi terhadap suatu negara”. Sementara itu, Iran tampaknya telah mengalihkan fokusnya ke negosiasi dengan negara-negara tetangganya, bukan dengan AS. Misalnya, perjanjian dengan Oman mengenai rute pelayaran dikabarkan hampir tercapai.
Data ketenagakerjaan Australia akan menjadi faktor penting dalam perkiraan suku bunga acuan. Setelah muncul hasil yang lebih baik dari perkiraan bulan lalu, diperkirakan akan dilaporkan penambahan 10 ribu lapangan kerja pada bulan Juli, dengan tingkat pengangguran diperkirakan tetap berada di angka 4,4%. Angka Indeks Harga Konsumen (IHK) Jepang akan menjadi kunci dalam menentukan kemungkinan Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga pada bulan Oktober atau bahkan September.
Musim laporan keuangan di AS terus berlanjut. Beberapa sorotan pekan depan antara lain Baidu, Home Depot, dan Walmart. Rilis laporan kuartalan Nvidia dijadwalkan pada 26 Agustus setelah pasar tutup; ini adalah tanggal yang perlu Anda tandai di kalender. Semoga sukses di pasar.
Materi ini disediakan oleh Fintrix Markets semata-mata untuk tujuan pemasaran dan informasi, serta merupakan komunikasi pemasaran, bukan riset investasi independen.
Fintrix Markets tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau ketepatan waktu informasi tersebut. Informasi ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak merupakan saran investasi, rekomendasi, atau penawaran untuk membeli atau menjual produk keuangan apa pun.
Informasi ini tidak mempertimbangkan keadaan keuangan, tujuan, atau kebutuhan individu. Penerima informasi disarankan untuk mendapatkan nasihat profesional independen sebelum mengambil keputusan investasi atau perdagangan.
Tidak ada bagian dari materi ini yang boleh direproduksi atau didistribusikan tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Fintrix Markets.
Email: support@fintrixmarkets.com
Telepon: +357 22007860