
Secara historis, emas telah menjadi simbol utama aset safe haven, yang tetap relatif stabil saat pasar saham melemah dan bahkan di tengah gejolak global. Namun,dengan penurunan sekitar 18,5% dari level tertinggi sepanjang masapada Januari tahun ini, para investor mempertanyakan apakah hal tersebut masih berlaku. Apakah lonjakan harga baru-baru ini dan pergerakan harga yang secara historis bergejolak telah membuat emas menjadi semacam aset berisiko, yang bergerak lebih selaras dengan sektor teknologi dan bahkan kripto? Atau apakah guncangan energi saat ini justru memperkenalkan paradigma yang sama sekali berbeda dan langka, yaitu krisis likuiditas?

Sejumlah negara kini menghadapi penurunan signifikan dalam pendapatan ekspor mereka akibat konflik di Iran. Namun, pengeluaran yang dinyatakan dalam dolar AS, termasuk belanja pertahanan, terus menumpuk. Kesenjangan pendanaan ini telah mendorong bank sentral di seluruh dunia untuk mengambil langkah tak biasa dengan menunda pembelian emas. Kini, beberapa di antaranya bahkan terpaksa mulai melepas cadangan emas mereka untuk mengumpulkan dolar AS. Sebuah langkah luar biasa untuk mengatasi tantangan yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Penjualan emas Rusia, misalnya, dilaporkan telah mencapai level tertinggi sejak 2002. Demikian pula, Türkiye telah menjual 59 ton dari cadangan emasnya dalam dua minggu terakhir. Pada dasarnya,bank sentral beralih ke cadangan emas mereka untuk mendapatkan likuiditas darurat. Sebuah pergeseran yang jarang terjadi dari norma akumulasi.
Bagi para trader, fluktuasi harga emas dan logam mulia lainnya belakangan inisering kali menghadirkanpeluang untuk membuka posisi, apa pun rentang waktu dan toleransi risiko yang mereka pilih. Akankah pergeseran struktural ini terus menekan harga ke arah penurunan, seiring para pengelola aset yang mengandalkan salah satu dari sedikit aset likuid yang tersisa untuk memenuhi kewajiban mereka? Atau akankah janji gencatan senjata ini memicu stabilitas dan mengembalikan tren kenaikan jangka panjang? Para trader jangka pendek mungkin akan mengabaikan pandangan-pandangan makro ini dan tetap berfokus pada analisis teknis.
Email: support@fintrixmarkets.com
Telepon: +357 22007860